Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Manusia sejatinya memiliki dua sifat dasar yang telah melekat, yaitu khilaf dan pelupa, namun kedua sifat itu hendaknya selalu dapat diambil hikmah. Tentunya Allah telah menurunkan sifat itu pada manusia dengan tujuan yang jelas, bukan sekadar melekat dan tanpa fungsi yang positif. Karena jika kita selalu positif thinking, apa yang ada di hidup kita pastilah sebuah nikmat dari Yang Maha Kuasa, sebuah bentuk perhatian pada yang tersayang. Oleh karena itu, buanglah pikiran segala kesuasahan dan kekurangan kita adalah bentuk ketidak adilan, namun syukuri dan itu akan menjadi kelebihan.
Satu hal yang mungkin hendak kami bagi adalah satu dari sekian banyak hikmah dibalik kekurangan kita itu. Sifat khilaf bila kita renungkan akan berdampak positif pada kita, dengan sifat ini kita akan senantiasa mendekatkan diri pada Pencipta. Hal ini dikarenakan kita yang tak pham ini tanpa sadar telah melakukan apa yang sebenarnya adalah sebuah dosa. Kilaf sendiri artinya kurang lebih melakukan kesalahan tanpa ada unsur kesengajaan, jadi hal itu tentu tanpa disadari. Jadi jika kita memang muslim yang menyadari itu, sifat khilaf akan membawa kita untuk selalu meminta maaf kepada Allah dan senantiasa mendekatkan diri.
Selain itu jika dihubungkan dengan hubungan dengan sesama manusia sifat khilaf juga akan membawa kita untuk selalu menjaga tali silaturrahim. Sebab tanpa disengaja juga mungkin kita telah menyakiti hati sesama, dengan begitu akan timbul rasa ingin meminta maaf dan selalu memperbaiki hubungan persaudaraan itu. Dari dua contoh itu saja, tentu sifat yang terkadang menjadi kambing hitam saat seseorang melakukan kesalahan itupun mempunyai manfaat tesendiri, tentunya jika kita ingin memikirkannya.
Selain itu sifat lupa juga memiliki sebuah hikmah tersendiri, sama halnya dengan sifat khilaf, lupa juga bisa menjadi positif jika kita meu memikirkannya. Bayangkan kalau orang tidak punya sifat lupa, tentu banyak yang akan mengalami trauma, depresi bahkan penyakit kejiwaan. Kenapa bisa? Orang yang pernah mengalami peristiwa buruk, misal jatuh dari tebing saat panjat tebing, jika orang itu tidak punya sifat lupa, tentu akan tidak mau melakukannya lagi, bahkan melihat tebingpun akan ketakutan. Lanjut bila seseorang memiliki masalah yang pelik, bila tak punya sifat lupa, tentu orang tersebut akan memikirkan hal it uterus menerus, sampai tidak tidur beberapa hari. Tentu hal itu akan mengganggu kesehatan dan juga pikirannya. Belum lagi dengan masalah hutan piutang, jika tak memiliki sifat lupa, tentu akan stress…hehehe^^
Yang terpenting adalah jangan gunakan sifat itu untuk kambing hitam atas kesalahan kita, karena terkadang kami mendengar jikalau mereka melakukan kesalahan didasarkan dengan sifat khilaf, bahkan jika sudah terbukti bersalah lalu mengatakan lupa sudah melakukan kesalahan tersebut..
Judul : Sendiri Menyepi
Album : Muhasabah Cinta
Munsyid : Edcoustic
http://liriknasyid.com
Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan
perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…
Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
benderang di hidupku..
Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi
Oh Tuhan aku merasa..
sendiri menyepi…
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi
sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala
Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri….aku merasa sendiri..
sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh..
Kuingin cahyaMu
benderang di hidupku..
-----------------------------------------------
Dapatkan lirik/chord nasyid di http://liriknasyid.com
eXpresi PENYEGARAN diri
-----------------------------------------------









0 komentar:
Posting Komentar