Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Kisah cinta manusia memang tak kan habis untuk dikupas dan dibicarakan guna mendapat pelajaran dan cara yang benar dalam memperlakukannya. Walau sebenarnya sudah ada cara yang mengatur dengan baik tentang bagaimana mempergunakan anugrah cinta, namun sekarang ini lebih banyak yang mengauhkannya. Untuk itu perlu adanya perubahan kata, tetapi tetap dangan maksud dan tujuan yang sama untuk bisa diserap oleh remaja sekarang. Mungkin hal itu akan sedikit demi sedikit merubah tatanan perilaku remaja sekarang khususnya dalam hal perasaan / cinta kepada lawan jenis.
Apalagi sekarang diakui atau tidak gaya hidup para emaja banyak yang bersudut pandang pada dunia barat / eropa dan amerika. Tidak salah memang menerima segala budaya masyarakat lain, tapi tentunya kita juga harus memiliki filter untuk menyaring yang baik dan yang buruk. Kembali ke topik, bila dilakukan secara islami, maka cinta yang telah diberikan pada kita itu tidak akan membawa kita pada dosa. Sebagai contoh yang sudah sering sekali ditulis para aktifis dakwah mengenai memperlakukan cinta dalam hati, yaitu dengan jalan penghalalan yaitu pernikahan. Jelas hal itu akan mengamankan kita dari dosa yang bisa timbul atas nama rasa saying dan cinta, so, be carefully.
Banyak yang menulis, bila belum siap menikah hendak berpuasa, karena itu memang pesan baginda Rosulullah pada kita, umatnya. Namun terkadang remaja mengabaikan hal itu, dan kalaupun puasa niatnya belum tulus Lillahi Ta’ala, namun niat untuk mendapat wanita yang diidamkan. Ya memang tidak salah dengan niat seperti itu, namun yang akan didapat yang Cuma sekadar apa yang diniatkan, atau dengan kata lain hanya duniawi.
Namun itu akan lebih baik daripada mengumbar cinta pada lawan jenis dengan tanpa adanya hijab antara mereka. Merasa saling memiliki satu sama lain, padahal tak ada sesuatupun yang milik kita di dunia ini, dan merasa bisa saling mengatur. Melakukan cemburu pada yang bukan mahramnya, ya kalau cemburu yang biasa, bisa dikontrol tanpa menimbulkan emosi atau kemarahan, kalau cemburu yang berlebih? Suami aja yang diwajibkan cemburu, juga ga boleh berlebih lho, karena tak ada kata milikku, adanya Milik Allah untuk diriku^^. Ya itu Cuma pendapat penulis, kalu mau disanggah bisa saja…untuk bertukar ilmu, rasanya akan menambah ilmu kami yang masih sedikit ini^^
Judul : Nantikanku di Batas Waktu
Album : Masa Muda
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com
Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata
Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan
Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi
Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu
Lagu/lirik : Deden Supriadi
-----------------------------------------------
Dapatkan lirik/chord nasyid di http://liriknasyid.com
eXpresi PENYEGARAN diri
-----------------------------------------------









0 komentar:
Posting Komentar